Popular Post

Popular Posts

Posted by : Unknown Selasa, 30 Juli 2013



           Nggak kerasa udah hampir duatahun menikmati masa lajang atau biasa disebut jomblo. Antara meragukan diri sendiri dan semakin nggak percaya diri. Apa aku nggak laku ya? Aku jelek? Jangan-jangan aku homo?  Jangan sampai lah ya…hahahha. Mulai muncul pertanyaan-pertanyaan aneh dalam otak.
                Singkat cerita sebelum kisah coretan suram ini berlangsung, saya pernah dihiyanati oleh pacar dan teman saya sendiri, pastilah anda ngerti?. 
Oh god, mau sampai kapan? Aku mencoba move on dan itu susahnya setengah mati. Mulai berusaha menjalani hidup dengan normal seperti manusia lain. Belajar  hidup berdampingan, bukan sendiri. Belajar perduli meski sebenernya aku nggak mau tahu sama sekali. Belajar dengerin orang. Belajar tersenyum. Belajar ngomong sama orang, yang terakhir itu hal tersulit yang harus aku pelajari setelah kejadian itu. Bukan gagu’ sih. Cuma nggak tahu kenapa aku jadi susah ngomong sama orang yangku sukai. Apa iya sekacau itu aku setelah putus? Aku nggak tahu. Yang jelas banyak hal berubah dalam hidupku. 

               Aku gak punya rasa. Aku nggak bisa suka sama siapa-siapa. Kacau. Mulai ngerasa ada yang salah dalam diriku, atau dalam kurung aku mulai nggak normal karena trauma. Aku mulai ragu dengan perasaanku yang kerasa mati. Masa iya aku jadi abnormal setelah putus? Mati aku! Hahahha mampus!… Aku masih bisa lihat cewok kok, (nggak harus cantik) Masih bisa suka juga. Ya sekedar suka, kalau dia udah nggak ada di depan mata juga aku udah lupa. Tapi yang jelas aku nggak abnormal. Aku tidak homo tuhaaan!!
                Setelah putus. Kayaknya hidupku nggak ada tujuannya. Aku nggak tahu mau kemana, nggak tahu mau ngapain dan yang pasti aku nggak pernah bersemangat menghadapi apapun. Hidup kayak patung. Diem, nglamun, kayak gitu terus selama berbulan-bulan. Nggak pernah juga bisa konsen dalam latihan teater, kayaknya semua orang udah muak denger aku sakit hati. Kayaknya udah basi. Udah lama. Tapi bagiku, sakit memang. Masih ada. Dan aku nggak tahu sampai kapan.
                Mulai buka mata, aku mulai nulis apa aja yang aku rasain. Judulnya Hembusan Angin, Aku kasih nama gitu, karena aku ingin setiap unek-unekku pergi di bawa angin. Nggak tahu ini so sweet apa alay, lebay atau apalah. Meski mungkin terdengar aneh dipanggil Hembusan Angin, yang juga sama dengan judul bLog ini, tapi aku seneng WOI... 
                Sekarang seperti ada dua jalan di depanku. Mau menjalani hubungan baru sama seseorang  tapi aku kesiksa atau ngejalanin hidup sendiri dan aku bebas jadi apa aja yang aku mau. Aku pilih yang kedua. :). Nggak selamanya putus itu menderita, nggak selamanya sendiri itu menyedihkan. Kadang dengan putus, dengan sendiri kita malah bisa di lebih hebat. Kuncinya Cuma satu, percaya. Percaya sama diri sendiri. Percaya kalau kita bisa dapatkan apa yang kita mau.
                Kembali ke permasalahan, Kapan aku punya pacar? Rasanya senyum-senyum sendiri denger pertanyaan ini. Setelah di pikir-pikir. Pacar itu nggak usah dicari lagi. Nggak usah juga di paksa-paksain pacaran kalau emang nggak ada rasa. Let it flow mamen lancar juga b.inggris saya~ jalani aja, jalani hidup kaya apa yang kita pingin. Suatu hari nanti nggak tahu dimana kita pasti ketemu kok sama jodoh kita. Tuhan nggak menciptakan makhluknya sendirian. Tuhan menciptakan makhluknya secara berpasang-pasangan. Ayah dan Ibu. Romeo dan Juliet. Rama dan Sinta. Aku dan Kamu. Ya, kamu yang aku sendiri nggak tahu siapa :)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Blogger templates

Info

About

Aku lebih suka kamu yang ulat, dari pada kamu yang sekarang (kupu-kupu)yang terbang jauh meninggalkanku.

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Update templates

- Copyright © 2013-2014 Hembusan Angin -Sex-Zone™ V.2 - Powered by Blogger - Designed by sz-community - Re-Design by #